Geologi : Jenis-jenis Mineral
NATIVE ELEMENT
Native
Logam
Native logam
memiliki ikatan logam, sifat mineral dari kelompok
ini relatif lemah dan lunak, ulet sehingga mudah dibentuk,
memiliki titik leleh yang agak rendah, merupakan konduktor
yang baik dan memiliki kilap logam.
Native logam yang paling umum adalah anggota kelompok emas. Ini termasuk unsur emas (Au), perak (Ag), tembaga (Cu), dan timbal (Pb).
Native
Semilogam
Native semilogam
terdiri dari ikatan antara logam dan kovalen. Native
semilogam
ini bersifat rapuh, dapat menghantarkan panas dan
listrik tapi tidak terlalu bagus jika dibandingkan dengan
native logam, memiliki kilap logam.
Arsen (As), antimon (Sb), dan bismut (Bi, serta unsur-unsur yang tidak umum sepertiselenium (Se) dan telurium (Te) termasuk ke dalam mineral native semilogam.
Native Nonlogam
Native nonlogam
memiliki ikatan van der Waals biasanya ikatan ini
cukup lemah. Tetapi ikatan yang lemah ini menghasilkan
derajat simetri yang baik dalam artian memiliki
sifat belahan yang sempurna.
Mineral
yang termasuk ke dalam native nonlogam adalah
karbon (C), baik dalam bentuk intan dan grafit, serta
belerang (S).
Mineral Silikat
Mineral silikat adalah kelompok mineral yang dibentuk oleh ion Oksigen (O2-) dan Silika (Si4+) yang saling berikatan membentuk tetrahedran silika (SiO4)4-. Kelompok mineral ini merupakan penyusun kerak bumi paling dominan dan hadir di semua jenis batuan Unit tetrahedron silika terdiri dari satu atom silika (Si) di bagian pusat, dikelilingi oleh empat atom oksigen (O) pada lengan-lengannya, membentuk geometris segitiga sama sisi. Tetrahedran silika yang saling berdekatan akan saling membagi atom oksigen untuk digunakan bersama. Berdasarkan struktur tetrahedran silika dan penggunaan bersama ion oksigen dalam susunan kristalnya, kelompok mineral silikat dibagi menjadi enam grup kecil, yaitu: Nesosilikat, Sorosilikat, Siklosilikat, Inosilikat, Filosilikat, dan Tektosilikat.
MINERAL OKSIDA
Mineral Oksida dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu oksida sederhana/tunggal yang hanya mengandung satu kation (unsur logam), dan oksida banyak/multiple yang mengandung dua atau lebih unsur logam.
Mineral Oksida Tunggal (Simple Oxide)
Mineral
oksida tunggal adalah kelompok mineral
yang memiliki senyawa yang terdiri dari satu unsur
logam dan oksigen. Contoh spesies mineral ini termasuk diantaranya zincite (ZnO), tenorit (CuO), rutil (TiO2), uraninit (UO2), kuprit (Cu2O), korundum (Al2O3), hematit (Fe2O3), dan magnetit (Fe3O4)
Mineral Oksida Banyak (Multiple Oxide)
Jika pada
mineral oksida tunggal hanya ada satu jenis
logam yang ada di dalam kombinasi senyawanya bersama
dengan oksigen. Hal ini berbeda dengan mineral oksida
banyak, pada mineral oksida banyak memiliki senyawa
yang terdiri dari oksigen dengan dua atau lebih unsur
logam. Contohnya adalah ilmenit (FeTiO3), spinel (MgAl2O4),
kromit (FeCr2O4), dan chrysoberyl (BeAl2O4)
Mineral Halida
Halida adalah
kelompok mineral yang memiliki anion dasar halogen. Halogen adalah kelompok
khusus dari unsur-unsur yang biasanya memiliki muatan negatif ketika tergabung
dalam satu ikatan kimia. Halogen yang biasanya ditemukan di alam adalah
Fluorine, Chlorine, Iodine, dan Bromine. Halida cenderung memiliki struktur
yang rapi dan simetri yang baik. Mineral halida memiliki cri khas lembut,
terkadang transparan, umumnya tidak terlalu padat, memiliki belahan yang baik,
dan sering memiliki warna-warna cerah.
Contoh Mineral Halida:
- Fluorite
(CaF2)
- Halit
(NaCl)
Kegunaan:
- Fluorite
: Banyak digunakan untuk pembuatan gelas yang tidak tembus cahaya atau
yang kurang dapat ditembus cahaya. Fluorite juga dapat digunakan sebagai
alat optik untuk pembuatan lensa-lensa.
- Halit
: Halit sebagai penghasil Na dan Cl, juga untuk pembuatan macam-macam soda
seperti bikaronat, caustic soda, dll.
Flourite
Halite
Mineral Sulfat
Sulfat terdiri
dari anion sulfat . Mineral sulfat adalah kombinasi logam dengan anion sufat
tersebut. Pembentukan mineral sulfat biasanya terjadi pada daerah evaporitik
(penguapan) yang tinggi kadar airnya, kemudian perlahan-lahan menguap sehingga
formasi sulfat dan halida berinteraksi. Pada kelas sulfat termasuk juga
mineral-mineral molibdat, kromat, dan tungstat. Dan sama seperti sulfat,
mineral-mineral tersebut juga terbentuk dari kombinasi logam dengan
anion-anionnya masing-masing.
Contoh Mineral
- Gypsum (CaSO4.2H2O)
Mineral Fosfat
Fosfat primer
terbentuk dari pembekuan magma alkali yang bersusunan nefelin, syenit, dan
takhit, mengandung mineral fosfat apatit, terutama fluor apatit {Ca5 (PO4)3 F}
dalam keadaan murni mengandung 42% P2O5 dan 3,8 % F2
Fosfat sedimenter (marin), merupakan
endapan fosfat sedimen yang terendapkan di laut dalam, pada lingkungan alkali,
dan suasana tenang.
Fosfat guano, merupakan hasil
akumulasi sekresi burung pemakan ikan, dan kelelawar yang terlarut dan bereaksi
dengan batugamping karena pengaruh air hujan dan air tanah.
Contoh Mineral Phospate:
- Apatite
Ca5[FI(PO4)3]
- Monasit
(Ce, La, Y, Th) PO4)
Kegunaan:
- Apatit
banyak dipertambangkan untuk pembuatan pupuk yang mengandung phospor.
- Monasit
sangat berguna sebagai mineral bijih untuk unsur-unsur langka terutama
unsur yang menghasilkan sinar radioaktif seperti theorium dan cerium.
Apatit Monasit
MINERAL HIDROKSIDA
Adalah sekelompok mineral yang
mengandung ion hidroksida (OH-) dalam strukturnya. Mineral in terbentuk Ketika
ion hidroksida menggantikan beberapa ion oksida atau terlibat dalam struktur
kristal.
Mineral hidroksida adalah sekelompok mineral
yang mengandung senyawa yang terdiri dari unsur logam dengan air atau anion
hidroksil (OH)-.
Berikut
penjelasan detail tentang kristal :
Karakteristik
umum
1. Komposisi kimia
Mineral hidiroksida umumnya memiliki formula umum M(OH)2, Dimana M bisa
berupa logam seperti besi (Fe), alumunium (Al), atau magnesium (Mg)
2. Contoh mineral hidiroksida termasuk
geothite (FeO(OH)), gibbsite (Al(OH)3), dan manganite (MnO(OH))
3. Mineral dari kelas hidroksida biasanya memiliki ciri fisik lebih lembut
daripada oksida dan memiliki kepadatan rendah hingga sedang.
Struktur
kristal
1. truktur kristal mineral hidroksida seringkali melibatkan pengaturan ion
hidroksida dalam lapisan-lapisan yang berselang-seling dengan ion logam.
2. Misalnya, dalam brucite, ion magnesium terletak di antara
lapisan-lapisan hidroksida.
Warna
dan tampilan
1. Mineral hidroksida memiliki warna
dan tampilan yang berbeda-beda tergantung pada jenis logam dan kondisi
pembentukannya, misalnya geothite sering berwarna coklat sedangkan gibbsite
bisa berwarna putih/pucat
Proses
pembentukan
1. Mineral hidroksida sering terbentuk melalui proses pelapukan, di mana
mineral primitif seperti feldspar atau olivin mengalami hidrolisis dan
menghasilkan produk pelapukan yang mengandung hidroksida
2. Mereka juga dapat terbentuk melalui proses sekunder, seperti
pengendapan dari larutan di lingkungan yang basah atau dalam kondisi oksidasi.
Aplikasi
dan kegunaan
1. Geologi
Sering digunakan sebagai studi geokimia untuk memahami proses pelapukan
dan evolusi tanah.
2. Industri
Beberapa mineral hidroksida
digunakan sebagai bahan baku dalam industri, seperti gibbsite yang merupakan
sumber utama aluminium.
3. Lingkungan
Mineral hidroksida juga
memiliki peran dalam sistem lingkungan, termasuk sebagai pengendap logam berat
dan kontaminan lainnya.
MINERAL SULFIDA
Sulfida
membentuk kelas mineral penting yang mencakum sebagian besar mineral bijih.
Mineral bijih merupakan bagian dari deposite bijih, biasanya berupa mineral
logam, yang bersifat ekonomis. Sebaliknya, berbeda dengan mineral bijih
Mineral sulfida
adalah kelompok mineral yang terdiri dari unsur sulfur yang terikat dengan satu
atau lebih unsur logam. Mereka memiliki formula umum yang melibatkan sulfur (S)
dalam bentuk ion sulfida (S2-), yang mengikat dengan logam membentuk berbagai
senyawa. Mineral sulfida sering kali berwarna gelap atau logam dan umumnya
memiliki kilau logam.
Karakteristik umum
1.
Formula spesifik untuk setiap
mineral sulfida berbeda-beda tergantung pada rasio jumlah logam dan sulfur.
2.
Senyawa mineral sulfida terdiri
dari satu atau lebih unsur logam atau unsur semilogam dengan unsur nonlogam
berupa belerang (S).
3.
Kebanyakan sulfida memiliki ikatan
ionic dan kovalen, meskipun beberapa mungkin mengandung ikatan logam dan
menampilkan sifat logam. Contoh mineral sulfida pirit/pyrite (FeS2 ), galena
(PbS), sinabar/ cinnabar (HgS), bornit (Cu5 FeS4 )
Struktur kristal
1.
Struktur kristal mineral sulfida
bervariasi tergantung pada jenis mineralnya. Beberapa sulfida membentuk
struktur kubik, tetragonal, atau heksagonal.
2.
Sulfida dapat dibagi menjadi
beberapa grup kecil yang memiliki kesamaan struktur kristal, struktur
oktahedral atau tetrahedral banyak ditemukan pada sulfida simpel seperti galena
dan spalerit/Sphalerite.
3.
Sedangkan pada sulfida yang
kompleks dan juga kelas sulfosalt lebih kepada struktur yang polyhedral,
seperti mineral tetrahedrit.
Warna dan tampilan
1.
Banyak mineral sulfida memiliki
warna gelap, termasuk warna hitam, coklat, atau kuning. Misalnya, pirite sering
berwarna kuning keemasan, sedangkan sfalerit bisa coklat hingga hitam.
Sifat fisik
1.
Kekerasan mineral sulfida
bervariasi, tetapi banyak yang memiliki kekerasan menengah hingga keras pada
skala Mohs. Selain itu, beberapa sulfida memiliki kilau logam yang mencolok.
Pembentukan mineral sulfida
1.
Proses Magmatik
Mineral sulfida dapat
terbentuk dalam tubuh magma yang mengandung sulfur. Proses ini sering terjadi
di lingkungan vulkanik atau plutonik. Contoh: kalkopirit (CuFeS₂) sering
ditemukan dalam bijih tembaga di lingkungan magmatik.
2.
Proses Hidrotermal:
Dalam lingkungan hidrotermal,
uap panas yang mengandung sulfur dapat bereaksi dengan logam untuk membentuk
mineral sulfida. Contoh: sfalerit (ZnS) terbentuk dalam sistem hidrotermal yang
kaya seng.
3.
Proses Sedimentasi:
Beberapa mineral sulfida
terbentuk melalui sedimentasi di lingkungan sedimen. Contoh: pirit (FeS₂) dapat
terbentuk di lingkungan sedimen reduktif.
4.
Proses Biogenik:
Aktivitas mikroorganisme juga
dapat mempengaruhi pembentukan mineral sulfida. Mikroba tertentu dapat
memfasilitasi proses reduksi sulfur dalam lingkungan anoksik.
Contoh mineral sulfida dan
aplikasinya
1.
Pirit (FeS₂)
Sumber Sulfur: Digunakan untuk memproduksi asam sulfat dalam industri kimia.
Pembuatan Asam
Sulfat: Digunakan dalam pembuatan asam sulfat untuk
berbagai aplikasi industri.
Produksi Emas: Dalam proses ekstraksi emas, pirita dapat menjadi sumber emas sekunder
setelah diproses
2.
Kalkopirit (CuFeS₂)
Sumber Tempraga: Digunakan dalam industri tembaga sebagai bahan baku utama untuk ekstraksi
tembaga.
Pembuatan
Kabel dan Elektronik: Tembaga yang
diperoleh dari kalkopirit digunakan dalam pembuatan kabel listrik dan berbagai
komponen elektronik
3.
Galena (PbS)
Sumber Tempraga: Digunakan dalam industri tembaga sebagai bahan baku utama untuk ekstraksi
tembaga.
Pembuatan Kabel dan Elektronik: Tembaga yang diperoleh dari kalkopirit digunakan dalam pembuatan kabel
listrik dan berbagai komponen elektronik.
MINERAL KARBONAT
Karbonat adalah kelompok mineral
yang dicirikan oleh ion (CO3 2-) sebagai anion utama penyusun mineral. yang
terikat dengan logam atau elemen lainnya. Mereka sering terbentuk dalam
lingkungan sedimen dan memiliki berbagai aplikasi serta karakteristik yang
membedakannya dari kelompok mineral lainnya.
Karakteristik
umum
1. Komposisi Kimia: Mineral karbonat mengandung ion
karbonat (CO₃²⁻) yang berikatan dengan logam seperti kalsium, magnesium, atau
besi. Ion karbonat memberikan sifat khas kepada mineral-mineral ini
2. Kepadatan dan Kekerasan: Mineral karbonat umumnya memiliki
kepadatan yang rendah dan kekerasan yang bervariasi, tetapi banyak dari mereka
cukup lunak. Contohnya, kalsit memiliki kekerasan 3 dalam skala Mohs.
3. Sifat Optik: Banyak mineral karbonat memiliki kilau
vitreous (seperti kaca) dan sering transparan atau tembus cahaya. Mereka juga
dapat memiliki berbagai warna, dari putih hingga coklat atau hijau.
4. Reaksi dengan Asam: Mineral karbonat bereaksi dengan asam
(seperti asam klorida) dengan menghasilkan gas karbon dioksida (CO₂) sebagai
produk sampingan. Reaksi ini sering digunakan dalam identifikasi mineral
karbonat
Kelompok
mineral karbonat
1.
Karbonat Rhombohedral (Kalsit dan Dolomit)
Struktur mineral rhombohedral
karbonat memiliki kesamaan dengan struktur atom pada halit, dimana CO3 terletak
di posisi yang sama seperti halnya Cl- pada halit, dan kation (M2+) terletak
pada posisi sebagaimana halnya Na pada halit.
2.
Ortorombik Karbonat
Grup mineral ini disusun oleh kation-kation dengan ukuran atom lebih besar 1.1 A. Struktur kelompok aragonit disusun oleh gugus triangular CO3 2- yang saling berikatan dalam arah horizontal dan kation-kation berukuran besar seperti Ca2+, Ba2+, Sr2+ dan Pb2+ menempati sisi-sisi di antara anion CO3 2- tersebut pada gambar :
Karbonat ortorombik hadir sebagai mineral pengganti di batuan sedimen, batuan beku, batuan metamorf, dan endapan bijih, aragonit metastabil pada kondisi temperatur dan tekanan rendah di dekat permukaan bumi dan akan cenderung berubah menjadi kalsit.
Kelompok mineral aragonit telah banyak
dipergunakan sebagai campuran pigmen, filler dan biodegradable implant tulang, atau campuran metal
sedangkan kalsit sendiri banyak digunakan
sebagai bahan baku semen.
Strontianit (SrCO3 ) (Gambar XI.2) adalah garam anorganik yang berasal dari kelompok karbonat aragonit. Mineral ini terlihat seperti bukub yang berwarna putih, tidak memiliki rasa. Senyawa ini reaktif terhadap asam, kelarutannya meningkat dalam larutan yang jenuh CO2 , selalin itu juga dapat larut dalam larutan asam encer. Sering dijadikan sebagai campuran untuk kembang api dan dimanfaatkan dalam bidang industri piroteknik.
Witherit (BaCO3 ) (Gambar XI.2) adalah
mineral barium karbonat dari kelompok aragonit. Mineral ini berbentuk ortorombik dengan habit menunjukkan
kembaran, menghasilkan bentuk
pseudo-heksagonal agak menyerupai bentuk kiristal kuarsa bipiramidal. Witherit dapat dengan mudah terubah menjadi Barit
(BaSO4 2 ), apabila beraksi dengan larutan yang mengandung kalsium sulfat, material ini sering
digunakan untuk bahan tambang dan sumber utama
garam barium, dan kegunaan utama sebagai campuran dalam pembuatan racun tikus , pembuatan kaca dan porselen, serta
digunakan juga sebagai bahan peredaman pelapisan kromium.
Comments
Post a Comment